INEWSFAKTA.COM | JAKARTA — Polsek Metro Penjaringan bersama berbagai elemen masyarakat memperkuat kolaborasi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan melalui kegiatan Sabuk Kamtibmas di halaman Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Jaga Jakarta melalui semangat Jaga Lingkungan dan Jaga Aturan.
Sebanyak 70 orang dari berbagai elemen masyarakat mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 15 anggota Pokdarkamtibmas, 18 anggota Forum Betawi Rempug (FBR), 17 anggota BPPKB Banten, dan 20 pengemudi ojek online.
Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana Putra mengatakan, keterlibatan berbagai komunitas merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian bersama terhadap keamanan dan ketertiban lingkungan. Komunikasi yang terjalin juga diharapkan semakin memperkuat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan yang hadir. Keamanan lingkungan membutuhkan kepedulian dan peran kita bersama. Mari kita jaga Penjaringan agar tetap aman dan nyaman sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik,” kata Agta.
Selain memperkuat komunikasi kamtibmas, kegiatan Sabuk Kamtibmas juga diisi dengan kegiatan sosial berupa pembagian paket beras lima kilogram serta layanan penggantian oli sepeda motor secara gratis. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan interaksi antara kepolisian dengan berbagai komunitas di wilayah Penjaringan.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, semangat Jaga Jakarta mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungannya masing-masing. Menurutnya, komunikasi dan kepedulian bersama menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
“Jaga Jakarta adalah semangat bersama. Masyarakat dapat mengambil peran mulai dari lingkungan terdekat, saling peduli, menjaga ketertiban, dan menghormati aturan. Ketika komunikasi dan kepedulian ini tumbuh, kita bersama-sama menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” kata Budi.
Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dan kebersamaan serta menyampaikan kepada kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungannya. Kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dan kepolisian diharapkan terus tumbuh sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan nyaman.
(red)














