Mantap! 6 Event Unggulan Kota Solo Masuk KEN 2026 Kementerian Pariwisata

Bisnis77 Dilihat
banner 468x60

INEWSFAKTA.COM | Solo, Jawa Tengah – Enam event Kota Solo masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata. Bahkan dua event masuk dalam top KEN 2026, yakni Solo Keroncong Festival dan Festival Payung Indonesia.

KEN adalah calendar of event yang ditetapkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Kemenpar melalui laman resminya menjelaskan sebanyak 125 event terpilih berasal dari 38 provinsi di Indonesia.

banner 336x280

Jumlah event yang masuk KEN 2026 meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 110 event. Sedangkan event Kota Solo yang masuk KEN 2026 sama dengan 2025.

KEN 2026 menghadirkan rangkaian event unggulan terkurasi yang menampilkan kekayaan budaya, seni, kuliner, musik, dan karnaval. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan event daerah, memperkuat identitas destinasi, serta mendorong pergerakan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

Berikut daftar event Kota Solo yang masuk KEN 2026:

1.Grebeg Sudiro (5-21 Februari 2026)
Grebeg Sudiro merupakan perayaan budaya yang merepresentasikan harmoni Jawa dan Tionghoa dalam kehidupan masyarakat Kota Solo. Grebeg Sudiro berlangsung di kawasan heritage Pasar Gede dan pecinan jelang Tahun Baru Imlek dengan menampilkan kirab budaya, seni pertunjukan, serta gunungan kue keranjang sebagai simbol kebersamaan dan identitas Grebeg Sudiro.

Selain itu, terdapat lampion yang menghiasi kawasan heritage, aktivitas perdagangan Pasar Gede, hingga wisata perahu Kali Pepe sebagai daya tarik wisata.

2. Solo Menari (29 April 2026)
Perayaan Hari Tari Sedunia dirayakan dalam festival tari sehari bertajuk Solo Menari 2026. Penyelenggara Solo Menari mengusung tema Aku Kipas (Aha Pankha). Melalui tema itu, penari penari diajak mengeksplorasi kreativitas dengan kipas sebagai simbol berbagi manfaat, keseimbangan, dan harmoni dalam kehidupan.

Festival tari tersebut mengangkat filosofi kipas tangan dan kipas lipat yang ada sejak ribuan tahun lalu menjadi elemen penting dalam tradisi tari berbagai budaya dunia.

Solo Menari menjadi ruang ekspresi publik yang menghadirkan karya-karya tari inovatif, sekaligus merayakan kekayaan tradisi Nusantara dalam bahasa gerak yang inklusif dan lintas generasi.

3. Solo Keroncong Festival (10-11 Juli 2026)
Solo Keroncong Festival merupakan perayaan musik keroncong legendaris yang berpadu dengan tradisi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) yang hadir dalam bentuk seni pertunjukan kreatif nan modern.

Solo Keroncong Festival melibatkan musisi nasional dan internasional lintas genre. Solo Keroncong Festival menjadi pergelaran megah yang tak hanya merayakan musik sebagai seni namun juga simbol diplomasi budaya.

4. Festival Payung Indonesia atau Fespin (4-6 September 2026)
Fespin mengangkat payung sebagai simbol budaya yang melampaui fungsi praktisnya dan menjadi momen perayaan kekayaan payung tradisional Indonesia lewat ragam kegiatan seni dan pertunjukkan kebudayaan.

Fespin menampilkan berbagai instalasi seni payung tradisional dari berbagai daerah Indonesia. Fespin 2026 mengusung tema Catra Padi-Sepayung Dewi Sri dengan memberikan sorotan kepada pentingnya peranan padi dalam sejarah ketahanan pangan bangsa. Fespin menjadi ruang dialog antara seni dan tradisi dalam konteks kearifan budaya lokal.

5. Solo International Performing Art atau SIPA (10-12 September 2026)
SIPA merupakan festival seni pertunjukan internasional yang menghidupkan Kota Solo sebagai panggung ekspresi budaya. Digelar di ruang terbuka, SIPA mempertemukan seniman Indonesia dan mancanegara dalam kolaborasi lintas disiplin dalam merayakan keberagaman seni pertunjukan.

SIPA menghadirkan pengalaman menikmati seni secara lebih hidup melalui program kolaborasi internasional, residensi seniman, penampilan pop-up di sudut kota, hingga SIPA urban market yang melibatkan komunitas lokal.

Kemudian ada kegiatan workshop, pertukaran budaya, dan kampanye ramah lingkungan memperkuat peran SIPA sebagai ruang yang inklusif, berkelanjutan, dan berakar pada kehidupan budaya masyarakat.

6. International Mask Festival atau IMF (13-14 November 2026)
International Mask Festival menghadirkan seni topeng sebagai ekspresi budaya yang merepresentasikan nilai sosial, spiritual, dan identitas masyarakat dari berbagai belahan dunia.

Festival ini menampilkan pertunjukan, pameran, workshop, dan konferensi internasional yang mengangkat topeng sebagai cerminan budaya. IMF sebagai ruang pertemuan seniman dan komunitas, mendorong apresiasi seni, penguatan industri kreatif, serta diplomasi budaya dengan memperkenalkan seni topeng Indonesia di panggung internasional.

(red)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *