Perjuangan pasti suatu saat akan membuahkan hasil. Kalau Anda diam, berarti Anda menerima kondisi kezaliman.

Berita393 Dilihat
banner 468x60

INEWSFAKTA.COM | Jakarta, 20-12-2025 — Perjuangan warga menghadapi praktik bermasalah pengembang apartemen kembali mencuat. Seorang aktivis pembela konsumen bersama rekannya , mengungkapkan pengalaman panjang menghadapi apa yang mereka sebut sebagai “ mafia pengembang apartemen ” , sebuah perjuangan yang dilakukan tanpa kepentingan bisnis dan sepenuhnya bersifat pro bono.

Aktivis tersebut menegaskan bahwa keterlibatannya murni dilandasi kepedulian terhadap hak-hak pembeli apartemen yang dirugikan. Ia menyatakan tidak pernah menerima imbalan, bahkan untuk biaya operasional sekalipun, dalam setiap pendampingan yang dilakukan.

banner 336x280

“Saya tidak punya kepentingan apa pun terhadap para pembeli, terutama kepentingan bisnis. Satu rupiah pun saya tidak mau menerima,” ujarnya kepada awak media.

Upaya tersebut bukan tanpa hasil. Dalam beberapa kasus , tekanan hukum dan advokasi yang konsisten akhirnya membuat pengembang bersedia mengembalikan dana (refund) kepada para pembeli. Keberhasilan itu kemudian mendorong semakin banyak pembeli apartemen, meminta pendampingan hukum secara cuma-cuma.

Namun, perjuangan itu diakui penuh tantangan. Menurutnya, praktik pengembang nakal kerap didukung oleh relasi kuasa yang kuat, bahkan melibatkan oknum aparat negara.

“Berat memenangkan pertempuran ini. Aparat negara boleh dikatakan sebagian besar sudah ‘tik-tokan’ dengan pengembang,” katanya.

Ia menambahkan, setiap gerakan pembelaan terhadap konsumen hampir selalu diikuti upaya kriminalisasi. Para pejuang warga, lanjutnya, kerap dihadapkan pada somasi hingga laporan polisi, yang dinilai sebagai strategi untuk membungkam kritik dan melemahkan perlawanan.

Meski demikian, ia menegaskan tidak akan berhenti mendampingi para korban. Perlindungan dari organisasi advokat tempatnya bernaung serta landasan hukum dari putusan Mahkamah Konstitusi menjadi pegangan kuat untuk terus melangkah.

“Berhentikah saya membela klien walau pro bono? Tidak. Ada perlindungan dari perhimpunan advokat saya, dan juga dari putusan Mahkamah Konstitusi,” tegasnya.

Ia meyakini bahwa perjuangan yang dilakukan dengan konsisten dan berbasis keberanian moral pada akhirnya akan membuahkan hasil. Sikap diam, menurutnya, justru berarti menerima ketidakadilan.

“Perjuangan Anda pasti suatu saat akan membuahkan hasil. Kalau Anda diam, berarti Anda menerima kondisi kezaliman,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman dan semangat yang dibagikan dapat membuka wawasan publik serta mendorong lebih banyak warga berani memperjuangkan hak-haknya secara konstitusional, khususnya di sektor hunian vertikal yang hingga kini masih menyisakan banyak persoalan.

Bila ada sanggahan , koreksi dan klarifikasi , silahkan hubungi redaksi untuk perbaikan . Semoga bermanfaat bagi edukasi masyarakat 🙏

(RED/HB)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *