INEWSFAKTA.COM | JAKARTA — Ketua Umum Asosiasi Ojol Nusantara (AON) Dianton mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam menyampaikan aspirasi, termasuk dalam kegiatan penyampaian pendapat yang berlangsung pada 27 Agustus 2026 di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta.
Dianton mengatakan, pihaknya menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan memberikan masukan kepada pemerintah. Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dilindungi oleh undang-undang.
“Terkait kegiatan penyampaian pendapat yang dilakukan saudara-saudara kita pada tanggal 27 ini di kantor DPR RI, kami menghargai dan menghormati setiap pendapat serta masukan yang ingin disampaikan kepada pemerintah. Itu merupakan bentuk kebebasan dalam berpendapat yang dilindungi oleh undang-undang,” ujar Dianton.
Meski demikian, Dianton mengingatkan agar penyampaian aspirasi tetap dilakukan dengan menjaga ketertiban dan keamanan. Ia mengajak seluruh peserta kegiatan untuk bersama-sama menjaga Indonesia agar tetap menjadi negara yang aman, damai, dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat.
“Kami hanya mengharapkan dan mengimbau, mari kita rawat, mari kita jaga Indonesia untuk menjadi suatu kebanggaan buat kita. Apa pun yang disampaikan, mari kita jaga ketertiban dan keamanan,” katanya.
Ia menilai penyampaian aspirasi sebaiknya dilakukan dengan mengedepankan sikap yang mencerminkan karakter masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi kesantunan dan nilai-nilai kebersamaan.
Menurut Dianton, masyarakat juga memiliki kepentingan yang sama untuk memastikan situasi tetap kondusif. Khusus bagi para pengemudi ojek online, kondisi keamanan yang terjaga menjadi penting karena mereka tetap harus bekerja mencari nafkah di tengah dinamika yang terjadi.
“Kami ingin juga bekerja mencari nafkah dengan damai, dengan tenang. Tentu harapannya pemimpin juga bisa mendengarkan suara dari teman-teman, dari saudara kita. Intinya tetap jaga keamanan, tetap jaga marwah negara kita,” tuturnya.
Dianton memahami bahwa setiap penyampaian aspirasi dapat dilatarbelakangi kekecewaan maupun keresahan masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar emosi tidak kemudian mendorong tindakan yang dapat merugikan masyarakat luas maupun merusak fasilitas umum.
“Teman-teman kami menghargai setiap aksi. Tentu ada perasaan kecewa, ada perasaan sedih sehingga bisa berefek terhadap emosi teman-teman semua. Tetapi ini adalah negara Indonesia, kota kita, kita dilahirkan dan dibesarkan di sini. Ini adalah kebanggaan kita, mari kita jaga,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, tindakan seperti perusakan fasilitas umum maupun perilaku yang menimbulkan dampak negatif justru dapat merugikan masyarakat dan mengaburkan substansi aspirasi yang hendak disampaikan.
“Mari kita jaga hal-hal yang mungkin bisa dipicu oleh orang yang tidak bertanggung jawab, merusak fasilitas umum, kemudian hal-hal yang berdampak negatif. Kami berharap jangan itu terjadi lagi,” katanya.
Dianton menegaskan bahwa penyampaian pendapat tetap dapat dilakukan secara tegas, namun harus mengedepankan ketertiban dan menghindari tindakan kekerasan.
“Ada baiknya kita menyampaikan pendapat, silakan, tapi tidak juga anarkis dan tidak juga brutal seperti itu,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pihak, baik masyarakat, pemerintah maupun aparat, dapat mengedepankan komunikasi dan kepala dingin dalam menghadapi setiap persoalan. Dengan demikian, aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dan situasi keamanan serta ketertiban tetap terjaga.
“Kami dari Asosiasi Ojol Nusantara mengajak semua teman-teman dan semua elemen anak bangsa, apa pun bentuknya, mari kita sama-sama menjaga negara ini dengan aman dan damai. Apa pun permasalahannya tentu bisa kita selesaikan dengan kepala dingin,” pungkas Dianton.
(red)














