Kekhawatiran Global atas Potensi Eskalasi Konflik Kekuatan Besar Terhadap Stabilitas Internasional.

Berita126 Dilihat
banner 468x60

INEWSFAKTA.COM | Jakarta, 21-12-2025 — Ketua Yayasan Karya Peduli Warga (Handy Bataya) mengkhawatirkan kondisi resiko (tinggi) perang regional di berbagai belahan dunia ini. Kondisi global saat ini berpotensi memicu konflik besar skala dunia.

Menurut H.Bataya, pola sejarah menunjukkan bahwa kombinasi kepentingan strategis beberapa kekuatan dunia dapat memicu rangkaian “reaksi berantai” yang sulit dihentikan. Ia membandingkan dinamika saat ini dengan mekanisme yang memicu konflik besar di abad ke-20, di mana aliansi dan pertarungan kepentingan memicu eskalasi tak terduga yang kemudian tak bisa dibalik.

banner 336x280

Peta Konflik Global

Dalam prediksinya, H.Bataya tidak hanya melihat satu wilayah konflik, melainkan interaksi antara beberapa aktor utama internasional :
* Amerika Serikat, yang menurutnya dapat terjebak dalam konflik berkepanjangan yang diluar kendalinya;
* Iran dan Israel, yang memiliki motivasi politik dan strategis yang saling silang dan berpotensi memicu keterlibatan negara besar lain;
* Kekuatan global lainnya, termasuk Eropa dan negara-negara sekutu yang terikat komitmen aliansi militer maupun ekonomi.

Ia menekankan bahwa eskalasi konflik bukan sekadar sekumpulan peristiwa acak, melainkan hasil interaksi strategi dan persepsi yang saling mempengaruhi.

Tanda-tanda “Reaksi Berantai”

H.Bataya mengingatkan, bahwa ketika sebuah reaksi berantai dimulai — seperti yang terjadi dalam Perang Dunia I dan II — akan sangat sulit untuk menghentikannya. Ia menyoroti bagaimana kesalahan perhitungan strategis, overestimasi kekuatan sendiri, dan underestimasi kemampuan lawan dapat menciptakan momentum konflik yang tidak terkendali.

Sejumlah peristiwa geopolitik terbaru dianggap sebagai konfirmasi parsial atas model yang ia ajukan, terutama konflik-konflik di Timur Tengah dan persaingan kekuatan besar di kawasan Asia-Pasifik.

” Hal ini perlu kita sadari dalam kaitannya dengan naiknya harga emas , turunnya harga kripto dan saham. Kita perlu mewaspadai perilaku emas digital “, akhir penjelasan H.Bataya kepada awak media.

(RED/H)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed