INEWSFAKTA.COM | JAKARTA, 12 MARET 2026 – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus menunjukkan perannya sebagai instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Hingga akhir tahun 2025, sebanyak 25 KEK yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia berhasil mencatat total investasi kumulatif sebesar Rp336 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai sekitar 249 ribu orang.
Informasi ini disampaikan dalam kegiatan Iftar Media Gathering Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bertema “Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi” yang digelar Dewan Nasional KEK bersama sejumlah pengelola kawasan serta media nasional di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, pada hari Kamis (12/3/2026).
KEK SEBAGAI PENGGERAK INVESTASI DAN PEMBUAT LAPANGAN KERJA
Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manangsang, menyampaikan bahwa KEK dirancang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan industri bernilai tambah tinggi.
“KEK merupakan instrumen penting untuk menarik investasi, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, serta menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah,” ujar Rizal Edwin.
Pada tahun 2025 saja, realisasi investasi di KEK tercatat mencapai Rp82,6 triliun, atau sekitar 98 persen dari target yang telah ditetapkan, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 88.541 orang. Saat ini Indonesia memiliki 25 KEK yang terdiri dari 13 KEK industri, enam KEK pariwisata, dua KEK kesehatan, satu KEK digital, dua KEK edukasi dan teknologi, serta satu KEK jasa perawatan pesawat.
Kajian yang dilakukan Prospera dan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia menunjukkan bahwa wilayah yang memiliki KEK mampu menarik investasi hingga 77 persen lebih tinggi dibandingkan wilayah tanpa KEK. Selain itu, proyek investasi di kawasan KEK juga mampu menyerap tenaga kerja lebih besar, bahkan hingga 52 persen lebih tinggi dibandingkan proyek investasi di wilayah non-KEK.
DATA BPS PERKUAT PERAN KEK TERHADAP PEREKONOMIAN
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Muhammad Edi Mahmud, menyampaikan bahwa KEK memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan investasi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja.
Menurutnya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen pada tahun 2029, dan KEK diharapkan menjadi salah satu motor utama dalam mencapai target tersebut.
“Tujuan utama pembentukan KEK adalah mempercepat pembangunan ekonomi, meningkatkan investasi, memperluas lapangan kerja, serta mempermudah aktivitas perdagangan internasional,” jelas Edi.
BPS bersama Dewan Nasional KEK sejak 2025 juga melakukan pendataan khusus terhadap perusahaan yang beroperasi di kawasan KEK untuk meningkatkan kualitas data ekonomi nasional. Hingga awal 2026, jumlah perusahaan yang tercatat dalam pendataan tersebut mencapai 528 perusahaan, meningkat dari 364 perusahaan pada awal pendataan Juli 2025.
DAMPAK NYATA KEK DI BERBAGAI DAERAH
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pengelola KEK juga memaparkan perkembangan kawasan masing-masing serta dampaknya terhadap perekonomian daerah:
– KEK Kendal (Jawa Tengah): Mencatat komitmen investasi sekitar Rp18,7 triliun sejak 2019, menyerap sekitar 19 ribu tenaga kerja dan mencapai lebih dari 69 ribu jika dihitung bersama sektor pendukung.
– KEK Sanur (Bali): Sebagai pusat wisata medis pertama di Indonesia seluas 43 hektare, telah mencatat investasi sekitar Rp5 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai sekitar 5.400 orang.
– KEK Industropolis Batang (Jawa Tengah): Sebagai pusat manufaktur baru, telah menarik investasi sekitar Rp23 triliun dari berbagai perusahaan global.
– KEK Nongsa Digital Park (Batam): Sebagai pusat ekonomi digital Indonesia yang menghubungkan pasar nasional dengan Singapura dan global, mencatat investasi sekitar Rp17,2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 7.500 orang.
– KEK Gresik (Jawa Timur): Sebagai pusat hilirisasi industri nasional, telah mencatat investasi sekitar Rp115 triliun dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 43 ribu orang.
SINERGI UNTUK PERTUMBUHAN EKONOMI BERKELANJUTAN
Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan KEK tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan, pelaku usaha, serta dukungan media. Media dinilai memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi mengenai potensi investasi serta perkembangan KEK kepada masyarakat dan investor.
Melalui kolaborasi yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan tersebut, pemerintah optimistis KEK akan terus berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing ekonomi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Gedung MNC Tower Lantai 3
Jl. Kebon Sirih No.17 – 19, Kebon Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340.
(red/Maya)




















