Senjata Api dan Munisi Diamankan dari Kelompok OPM Kodap Sorong Raya dalam Patroli Keamanan Koops TNI Habema di Maybrat

TNI66 Dilihat
banner 468x60

INEWSFAKTA.COM | Maybrat, Papua Barat Daya — Koops TNI Habema melalui sinergi Satgas Rajawali V dan Satgas Pamtas Yonif 9 Marinir melaksanakan penguasaan wilayah terhadap kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya dan berhasil mengamankan senjata api serta berbagai alat pendukung lainnya, di wilayah Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, pada Sabtu (3/10/2026).

 

banner 336x280

Penguasaan Wilayah tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan TNI dalam menjaga keamanan masyarakat, melindungi warga, serta menciptakan kondisi yang aman dan kondusif bagi pembangunan di wilayah Papua melalui serangkaian patroli keamanan rutin.

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pergerakan kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya, Pimpinan Manfred Fatem Danops Kodap Sorong Raya, terdeteksi melalui dukungan teknologi dan informasi lapangan. Setelah dilakukan pendalaman situasi serta perencanaan operasi secara matang, tim gabungan bergerak menuju lokasi sasaran untuk melaksanakan tindakan sesuai prosedur, yang selektif, terukur, profesional serta ketentuan yang berlaku.

 

Tim gabungan memperoleh kontak visual terhadap sasaran di wilayah Distrik Aifat Selatan dan melaksanakan tindakan secara terukur. Dalam kejadian tersebut, dua anggota kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya dilaporkan meninggal dunia, masing-masing atas nama Arso Aisnak dan Yohanes Ky. Sementara itu, personel gabungan masih melaksanakan pengejaran terhadap anggota kelompok lainnya yang melarikan diri dari lokasi.

 

Dari lokasi kejadian, personel dilapangan mengamankan sejumlah barang bukti yang berdasarkan identifikasi awal berupa satu pucuk senjata api revolver, sepuluh butir munisi, HT, bendera bintang kejora, serta perlengkapan pendukung lainya.

 

Panglima Komando Operasi TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T., menyampaikan bahwa setiap pelaksanaan operasi selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian, profesionalisme, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

 

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh prajurit yang bertugas di lapangan. Namun demikian, kami tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman utama dalam setiap langkah operasi. Setiap nyawa memiliki nilai, sehingga setiap tindakan yang dilakukan prajurit harus tetap berdasarkan aturan dan prosedur yang berlaku,” ujar Brigjen TNI Riyanto.

 

Personel gabungan Koops TNI Habema hingga saat ini masih melaksanakan pengejaran terhadap anggota kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya lainnya yang melarikan diri dari lokasi kejadian.

 

Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T., juga mengajak kepada seluruh anggota kelompok bersenjata OPM yang masih berada di hutan dan gunung untuk menghentikan segala bentuk aktivitas yang dapat mengganggu keamanan masyarakat dan memilih jalan damai dengan kembali bergabung bersama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

“Masih terbuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan, dan kebersamaan. Masa depan Papua adalah tanggung jawab kita bersama, dan pembangunan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat hidup dalam suasana aman dan penuh kedamaian,” ujar Brigjen TNI Riyanto.

 

Koops TNI Habema menegaskan bahwa kehadiran TNI di Tanah Papua bukan hanya dalam rangka menjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat dapat menjalankan aktivitas kehidupan, mengembangkan perekonomian, serta menikmati hasil pembangunan dengan rasa aman dan sejahtera.

 

Autentikasi

Letkol Inf M.Wirya Arthadiguna, S.H., M.Si. (Kapen Koops TNI Habema)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *