HUT ke-41 Sīma Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya Beriringan HUT ke-81 RI: Refleksi Sejarah, Luncurkan Buku & Lagu Buddhis

Nasional546 Dilihat
banner 468x60

INESSFAKTA.COM | Jakarta, 30 Agustus 2026 – Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya menggelar puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Sīma yang dirangkai dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada Minggu (30/8/2026). Mengusung tema “41 Berkarya dalam Kebajikan”, perayaan ini menjadi momentum refleksi bagi keluarga besar vihara untuk mempererat kebersamaan, mengevaluasi perjalanan spiritual, serta terus mengembangkan kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya.

 

banner 336x280

Acara puncak yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Suliarna, S.Ag., M.Pd.; Penyelenggara Bimas Buddha Kota Jakarta Utara, Mugianto; serta perwakilan organisasi Buddha nasional seperti Majelis Agama Buddha Theravāda Indonesia (Magabudhi), Wanita Theravāda Indonesia (WATI), dan Pemuda Theravāda Indonesia.

 

Apresiasi Pemerintah atas Dedikasi 41 Tahun

 

Dalam sambutannya, Suliarna, S.Ag., M.Pd. menyampaikan rasa bangga atas capaian Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya yang telah berdiri kokoh selama 41 tahun. Ia mencatat bahwa transformasi fisik vihara sangat signifikan, dari bangunan sederhana dua lantai di masa lalu hingga kini memiliki gedung bertingkat modern.

 

“Sebagai Bimas Buddha, kami ikut bahagia atas syukuran 41 tahun keberadaan Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya. Setiap tahun, kami hadir memberikan penguatan, salah satunya melalui penandatanganan piagam kejuaraan sebagai bentuk kerja sama nyata. Ini bukti pencapaian yang luar biasa dari sisi layanan umat,” ujar Suliarna.

 

Suliarna juga menekankan peran vital vihara tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya. Ia mengapresiasi berbagai program sosial yang telah dijalankan, seperti santunan kepada panti asuhan, bantuan pendidikan, donor darah, hingga penggalangan dana untuk korban gempa di Flores.

 

“Vihara ini dikelola dari umat, oleh umat, dan untuk umat. Kami sangat menghargai sinergi kerukunan yang dibangun, baik internal umat Buddha, antarumat beragama, maupun dengan pemerintah. Koordinasi yang baik dengan lingkungan RT/RW sekitar juga menjadi contoh positif dalam menjaga ketertiban umum,” tambahnya.

 

Inovasi Dakwah Melalui Seni dan Budaya

 

Menyikapi peluncuran album musik Buddhis perdana karya Dāyaka Sabhā, Suliarna memberikan masukan konstruktif untuk pengembangan dakwah di masa depan. Ia menyarankan agar pengurus vihara dapat memanfaatkan seni pertunjukan sebagai media edukasi yang mudah dicerna generasi muda.

 

“Ke depannya, mungkin Dāyaka Sabhā atau pengurus vihara bisa membuat event-event seperti sendratari atau drama yang menggambarkan riwayat hidup Sang Buddha Utama. Dengan media yang sederhana namun menarik, adik-adik kita dapat memahami ajaran Dhamma dengan lebih gampang dan menyenangkan,” saran Suliarna.

 

Puncak Rangkaian Lomba Lintas Generasi

 

Yunico Husien, perwakilan pengurus Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini merupakan kulminasi dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama satu bulan terakhir. Setiap akhir pekan, vihara mengadakan berbagai perlombaan yang melibatkan peserta dari sejumlah vihara, kampus, dan sekolah di wilayah Jabodetabek.

 

“Sebanyak 11 jenis perlombaan kami laksanakan, tidak hanya berkaitan dengan kegiatan keagamaan seperti baca Paritta, tetapi juga olahraga seperti bulu tangkis, catur, dan tenis meja. Ini menjadi sarana membangun silaturahmi dan kreativitas di antara umat serta generasi muda,” ujar Yunico Husien.

 

Pada acara puncak hari ini, selain penyerahan piala kepada para pemenang, vihara menghadirkan dua agenda istimewa:

 

Peluncuran Buku “Berjalan Dalam Dhamma”: Dokumentasi historis sejak vihara berdiri pada tahun 1985, mengisahkan transformasi vihara hingga kini menjadi pusat kegiatan yang ramai.

 

Album Perdana Musik Buddhis: Karya Dāyaka Sabhā yang berisi tujuh lagu, tersedia di Spotify, Apple Music, YouTube Music, Instagram, dan TikTok.

 

Makna “Berkarya dalam Kebajikan”

 

Tema “41 Berkarya dalam Kebajikan” mengajak umat untuk melakukan introspeksi diri. Yunico Husien menekankan bahwa usia 41 tahun bukan sekadar angka, melainkan kesempatan untuk mendefinisikan kembali jati diri spiritual.

 

“Kita mengevaluasi apa saja yang sudah dan belum kita kerjakan, serta bagaimana memajukan batin untuk masa depan. Karya yang kita hasilkan harus memiliki nilai kebajikan dan memberikan manfaat bagi kehidupan bersama,” jelasnya.

 

Harapan Masa Depan

 

Memasuki usia ke-41, pengurus Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya berharap vihara semakin kokoh dalam fungsi pembinaannya. “Harapan kami, segala program yang masih dalam proses dapat ditingkatkan sehingga vihara semakin bertumbuh, maju, dan menjadi cahaya di masa mendatang,” pungkas Yunico Husien.

 

Melalui semangat Dhamma, kreativitas, dan kepedulian sosial, Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya berkomitmen terus memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat, sekaligus turut menjaga kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

(red/Maya)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *