Intimidasi Terhadap Konten Kreator: Alditaher.official Diduga Tekan dan Fitnah Hariharibexy Setelah Berikan Ulasan Produk

Berita910 Dilihat
banner 468x60

INEWSFAKTA.COM | JAKARTA, 12 September 2026 — Dugaan intimidasi dan penyebaran fitnah di media sosial kembali mencuat. Konten kreator dan pemilik akun @alditaher.official diduga melakukan serangan personal, penghinaan, serta tekanan berulang kepada sesama kreator @hariharibexy (Hariharibexy) setelah Hariharbexy menyampaikan ulasan jujur terkait produk kopi dari merek yang dikelola pihak Alditaher.

 

banner 336x280

Insiden bermula ketika Harian Ibexy membagikan ulasan mengenai produk kopi yang dinilai tidak sesuai harapan. Alih-alih menerima kritik dengan terbuka, pihak Alditaher justru melancarkan serangkaian komentar dan unggahan yang bernada intimidasi, menyudutkan, serta mempertanyakan kredibilitas dan motif Hariharibexy secara berlebihan.

 

Pihak Alditaher diduga menuduh Hariharibexy dibayar, mencari sensasi, hingga menyindir latar belakang pendidikan dan kepatutan beribadah tanpa dasar yang jelas. Hal ini dinilai sebagai bentuk intimidasi guna membungkam kritik jujur terhadap produk yang beredar di pasaran.

 

“Saya menyampaikan ulasan berdasarkan pengalaman nyata. Namun balasan yang saya terima bukan perbaikan, melainkan serangan berulang, tuduhan tanpa bukti, dan tekanan agar menarik kembali pendapat saya. Ini jelas bentuk intimidasi yang tidak pantas terjadi di ruang publik,” ungkap Hariharibexy.

 

Pihak Hariharibexy menegaskan bahwa ulasan yang disampaikan murni jujur, tidak ada unsur bayaran maupun tuduhan yang melawan hukum. Sebaliknya, tindakan Alditaher yang terus-menerus menyerang personal, menyebarkan narasi yang belum terverifikasi, serta menyindir di hadapan ribuan pengikutnya berpotensi merugikan nama baik dan menciptakan suasana tak aman bagi kreator lain yang ingin berbicara jujur.

 

Hariharibexy memandang perlu mengumumkan hal ini secara terbuka agar masyarakat memahami bahwa menyampaikan kritik jujur bukan alasan untuk diintimidasi, difitnah, maupun dihina. Jika intimidasi terus berlanjut, pihak Hariharibexy tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum demi perlindungan nama baik dan jaminan rasa aman.

 

Hariharibexy berharap kasus ini menjadi peringatan bersama: ruang publik harus menjadi tempat saling menghargai perbedaan pendapat, bukan tempat intimidasi terhadap suara-suara kritis.

 

(red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *