INEWSFAKTA.COM | Jakarta, 5-2-2026 – Pada Jumat malam, 30 Januari 2026, otoritas perbankan negara bagian Illinois menutup Metropolitan Capital Bank & Trust. Penutupan ini menjadikannya bank pertama yang gagal di Amerika Serikat pada 2026, dengan Federal Deposit Insurance Corporation ditunjuk sebagai receiver (pengelola proses resolusi/pemberesan).
Di saat banyak nasabah khawatir akan “bank run”, skema penyelamatan di akhir pekan bergerak cepat: First Independence Bank mengambil alih sebagian besar simpanan dan aset, sehingga deposan tetap bisa mengakses uangnya tanpa harus memindahkan rekening secara manual.
1) Kronologi penutupan : apa yang terjadi (dan kapan)
Jumat, 30 Januari 2026 (malam) :
* Regulator Illinois menutup bank dan menunjuk FDIC sebagai receiver.
* FDIC menandatangani perjanjian purchase & assumption dengan First Independence Bank untuk mengambil alih simpanan dan sebagian besar aset.
Senin, 2 Februari 2026 :
Kantor bank yang ditutup dijadwalkan dibuka kembali sebagai cabang First Independence Bank.
Untuk nasabah :
FDIC menyatakan deposan mendapat akses segera lewat cek/kartu ATM/debit; kewajiban cicilan pinjaman tetap berjalan seperti biasa.
2) Angka kunci: seberapa besar “lubangnya”?
Menurut rilis FDIC :
* Total aset (30 Sep 2025): US$261,1 juta
* Total simpanan: US$212,1 juta
* Aset yang dibeli First Independence : sekitar US$251 juta (sisanya ditahan FDIC untuk dijual kemudian)
* Estimasi biaya ke Deposit Insurance Fund (DIF): ~US$19,7 juta (angka bisa berubah seiring penjualan aset)
Media lokal Chicago Sun-Times menguatkan skala ini dan mengutip alasan umum regulator: kondisi “unsafe and unsound” serta modal yang terganggu (impaired capital).
3) Alasan resmi vs dugaan penyebab : apa yang “terlihat”, apa yang “mungkin”
Alasan yang disampaikan ke publik (bahasa regulator). Regulator menutup bank karena :
* “unsafe and unsound conditions”
* “impaired capital position”
Istilah ini biasanya dipakai ketika bank mengalami kombinasi masalah seperti kualitas aset memburuk, kerugian kredit, kelemahan manajemen risiko, atau rasio permodalan yang jatuh melewati ambang aman.
Benang merah investigatif yang muncul : eksposur kredit real estat bermasalah
Laporan The Real Deal menyebut catatan pengadilan dan dokumen penegakan mengarah pada eksposur kredit komersial yang membesar : sebuah pinjaman US$4,5 juta (berkaitan dengan jaringan nursing home “Rosewood”) yang dimodifikasi berulang kali, disertai temuan pengadilan soal lemahnya due diligence dan problem jaminan (collateral).
Artikel yang sama juga menyebut adanya consent order (2019) yang menyorot kondisi tidak sehat, permodalan terganggu, dan praktik pemberian kredit yang dianggap sub-standar.
Penting: sampai titik ini, FDIC/regulator belum mempublikasikan “laporan post-mortem” rinci penyebab runtuhnya bank. Jadi, hubungan kausalnya masih berupa indikasi kuat, bukan vonis final.
4) Mengapa bank kecil bisa tumbang cepat di era suku bunga tinggi ?
Kasus ini cocok dengan pola yang sering terlihat saat suku bunga tinggi bertahan lama :
1. Kerugian kredit (mis. kredit komersial/real estat) → cadangan kerugian naik → laba tertekan
2. Nilai aset turun / kualitas agunan melemah → rasio modal memburuk
3. Kepercayaan pasar dan deposan rapuh → regulator bergerak cepat sebelum krisis likuiditas melebar.
Walau jumlah kegagalan bank nasional sempat relatif rendah di 2025, FDIC menegaskan penutupan ini adalah kegagalan bank pertama di 2026.
5) Siapa yang “aman”, siapa yang tetap berisiko ?
* Depositor (penabung)
Umumnya aman karena simpanan dialihkan dan tetap diasuransikan FDIC; akses dana dijanjikan tetap berjalan.
* Peminjam (borrowers)
Tetap harus membayar cicilan; syarat pinjaman tidak otomatis berubah.
* Kreditor non-deposito / pihak yang “piutang” ke bank
Harus mengajukan klaim ke FDIC sebagai receiver, dan akan dibayar sesuai urutan prioritas klaim.
* Pemegang saham holding company
FDIC menegaskan saham bank dimiliki holding company dan holding company tidak termasuk dalam transaksi resolusi bank. Ini biasanya berarti pemegang saham berada pada posisi paling belakang dalam urutan pemulihan nilai.
6) Pertanyaan investigasi yang masih terbuka
Beberapa hal yang biasanya menentukan “cerita sebenarnya” (namun belum seluruhnya terbuka ke publik):
1. Portofolio kredit mana yang paling memukul modal—apakah terkonsentrasi pada sektor tertentu (mis. CRE, nursing facilities, atau pinjaman spesifik)?
2. Timeline penurunan rasio modal: kapan tepatnya menjadi “impaired”, dan indikator apa yang memicu keputusan penutupan pada 30 Januari ?
3. Pelajaran pengawasan : jika memang ada consent order sejak 2019, langkah perbaikan apa yang berhasil/gagal, dan mengapa tidak cukup menahan keruntuhan ?
(Red/HB)


















