Media Conference PKBI: Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan Penanggulangan HIV di Kota Bandung

Media dinilai memiliki peran penting dalam mengurangi stigma terhadap ODHIV dan meningkatkan kesadaran masyarakat.

Berita233 Dilihat
banner 468x60

BANDUNG, INEWSFAKTA.COM

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kota Bandung menggelar kegiatan Media Conference sebagai upaya memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung keberlanjutan program penanggulangan HIV di Kota Bandung.

banner 336x280

Kegiatan yang berlangsung di Kedai Kopi Ambara Biru, Jalan Panaitan, Kota Bandung, pada Kamis (18/6/2026) tersebut menghadirkan perwakilan pemerintah, organisasi masyarakat sipil (OMS), komunitas, media, dan lembaga sosial yang selama ini aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV.

Direktur PKBI Kota Bandung, Nunuk K, mengatakan bahwa tantangan penanggulangan HIV ke depan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kasus, tetapi juga menyangkut keberlanjutan program di tengah berkurangnya dukungan pendanaan dari donor internasional.

“Kolaborasi seluruh pihak menjadi sangat penting agar program-program yang selama ini berjalan tetap dapat berlanjut dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah narasumber dan peserta dari berbagai lembaga, antara lain Tasaniya Ghaisani dari KPA Kota Bandung, Arianto Prabowo dari Inti Muda Jawa Barat, Meiki Muttaqien dari Baznas Kota Bandung, Ary Hidayatulloh dari Diskominfo Kota Bandung, Arif Gunawan dari Female Plus, Doni Romdoni dari Srikandi Pasundan, Rosan J. Ishak dari Grapiks, Dian Pratiwi selaku jurnalis Jakarta, serta Alam yang mewakili PP. Media Independen Online (MIO) Indonesia.

Dalam diskusi, para peserta menyoroti pentingnya memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, komunitas, sektor filantropi, dan media massa guna memastikan layanan HIV tetap berjalan secara optimal.

Perwakilan KPA Kota Bandung menyampaikan bahwa Kota Bandung masih menghadapi tantangan serius dalam pengendalian HIV. Oleh karena itu, pendekatan kolaboratif dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, memperluas deteksi dini, dan memperkuat pendampingan bagi Orang Dengan HIV (ODHIV).

Sementara itu, Rosan J. Ishak dari Grapiks menegaskan bahwa organisasi berbasis komunitas memiliki peran strategis dalam menjangkau kelompok-kelompok yang selama ini sulit mengakses layanan kesehatan. Menurutnya, keberadaan komunitas menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan maupun pendampingan.

Arif Gunawan dari Female Plus juga menyoroti pentingnya menjaga keberlangsungan program berbasis komunitas yang selama ini terbukti efektif dalam menjangkau populasi kunci dan kelompok rentan.

Di sisi lain, Baznas Kota Bandung menyampaikan bahwa potensi kolaborasi melalui skema pendanaan sosial dan program pemberdayaan masyarakat dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung keberlanjutan program HIV di masa mendatang.

Peran media turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Media dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun pemahaman publik yang benar mengenai HIV sekaligus mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV.

Perwakilan PP MIO Indonesia, Alam, menegaskan bahwa insan pers memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan pemberitaan yang edukatif, berimbang, dan berbasis data sehingga dapat mendukung upaya penanggulangan HIV secara menyeluruh.

Melalui kegiatan Media Conference ini, PKBI Kota Bandung berharap lahir komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam penanggulangan HIV. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan program, terutama ketika pendanaan dari donor asing semakin berkurang di masa mendatang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *