Perempuan Jadi Agen Perubahan dalam Mendorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Berita452 Dilihat
banner 468x60

INEWSFAKTA.COM | Jakarta – Perempuan dinilai memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam mendorong gaya hidup ramah lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Peran tersebut menjadi salah satu fokus dalam talkshow bertajuk “Green Beauty Lifestyle: Bijak Memilih Produk Kebutuhan Perempuan yang Ramah Lingkungan” yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Jumat (12/6/2026), di Jakarta.

 

banner 336x280

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo & Conference (INVIROTECH) 2026 yang berlangsung pada 11–13 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Mengusung tema “Green Solution Technology for Climate Action”, INVIROTECH 2026 menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkenalkan inovasi dan teknologi ramah lingkungan guna mendukung aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

 

Melalui partisipasinya dalam pameran dan konferensi lingkungan internasional tersebut, DWP KLH/BPLH menghadirkan berbagai kegiatan edukatif bertema “Perempuan Inspiratif: Bijak Berkreasi, Cerdas Berteknologi, Berdaya dengan Solusi Hijau Berkelanjutan.” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup berkelanjutan, pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, serta pemanfaatan teknologi hijau dalam kehidupan sehari-hari.

 

Penasehat DWP KLH/BPLH, Alia Febyani Prabandari, dalam keynote speech-nya menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi penting dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terkait pengelolaan lingkungan. Menurutnya, perempuan memiliki pengaruh besar dalam kehidupan keluarga dan komunitas sehingga mampu menjadi motor penggerak berbagai gerakan lingkungan.

 

“Sekitar 49 persen penduduk Indonesia adalah perempuan dan lebih dari separuhnya merupakan pekerja. Ini menunjukkan perempuan memiliki kapasitas dan akses edukasi yang cukup baik untuk menjadi agen perubahan di masyarakat,” ujar Alia.

 

Ia menjelaskan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan keluarga, salah satunya melalui kebiasaan memilah sampah dari rumah tangga. Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan tersebut dapat memberikan dampak signifikan dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat.

 

Alia juga menyoroti peran organisasi perempuan seperti Dharma Wanita Persatuan, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), serta berbagai komunitas perempuan yang dinilai memiliki potensi besar dalam memperluas edukasi lingkungan kepada masyarakat.

 

Menurutnya, keberhasilan program bank sampah selama ini tidak terlepas dari tingginya partisipasi perempuan yang mencapai lebih dari 50 persen. Karena itu, program tersebut perlu terus diperluas hingga menjangkau lingkungan permukiman, sekolah, kampus, maupun berbagai komunitas masyarakat.

 

“Program bank sampah merupakan program yang sangat baik dan perlu diperluas. Namun yang tidak kalah penting adalah edukasi dan kampanye yang dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran masyarakat terus tumbuh,” katanya.

 

Untuk memperkuat upaya tersebut, KLH/BPLH juga mendorong keterlibatan generasi muda melalui pendidikan lingkungan di sekolah serta pemanfaatan media sosial dan kolaborasi dengan influencer guna memperluas jangkauan kampanye pengelolaan sampah dan gaya hidup berkelanjutan.

 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Widya Cipta Buana, Drs. Iwan Setiawan, menegaskan bahwa perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran sentral dalam membentuk kebiasaan dan karakter anak sejak usia dini, termasuk dalam menanamkan kesadaran menjaga lingkungan.

 

Menurut Iwan, pendidikan lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti membiasakan anak membuang sampah pada tempatnya serta menyediakan sarana pendukung yang memadai di rumah.

 

“Semua keberhasilan di rumah tidak lepas dari peran ibu. Pendidikan lingkungan dapat dimulai dari keluarga melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Langkah kecil ini akan memberikan dampak besar bagi lingkungan di masa depan,” ujarnya.

 

Ia menilai pembentukan perilaku positif sejak dini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

 

Sementara itu, Direktur Mitigasi Perubahan Iklim pada Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon, Dr. Ir. Haruki Agustina, M.Sc., menyampaikan bahwa perempuan merupakan garda terdepan dalam gerakan pelestarian lingkungan karena memiliki peran penting sebagai pilar utama keluarga.

 

Haruki menjelaskan bahwa kebiasaan memilah sampah dari sumbernya merupakan langkah sederhana namun efektif dalam membangun budaya peduli lingkungan. Menurutnya, perubahan perilaku yang dimulai dari rumah tangga dapat menular kepada anggota keluarga, tetangga, hingga masyarakat luas.

 

“Perempuan sebenarnya merupakan gugus pertama dalam gerakan pelestarian lingkungan. Dari rumah, perempuan dapat mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitarnya untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah dan menjaga kebersihan,” katanya.

 

Ia menambahkan bahwa keberhasilan berbagai program lingkungan sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat yang dimulai dari tingkat keluarga. Karena itu, perempuan memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada generasi muda.

 

Melalui kegiatan ini, DWP KLH/BPLH berharap perempuan semakin terdorong untuk menjadi pelopor gaya hidup ramah lingkungan, mulai dari memilih produk kebutuhan sehari-hari yang lebih berkelanjutan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga menerapkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

 

Selain menjadi sarana edukasi, talkshow tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendukung aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

(red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *