Ratusan Ojol Berkumpul di GOR Otista Jaktim, Mereka Senang Bakal Dapat BPJS Ketenagakerjaan

Berita55 Dilihat
banner 468x60

INEWSFAKTA.COM | JAKARTA – Ratusan driver ojek online (Ojol) memadati Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Otista, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (30/11/2025).

Mereka datang untuk mengikuti sosialisasi program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

banner 336x280

Ratusan Ojol begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut guna mendapatkan pemahaman terkait dengan program yang akan memberikan jaminan.

Wajah mereka terlihat berseri ketika pihak BPJS Ketenagakerjaan memberikan jaminan sosial kepada para driver. Sebab, selama ini mereka tidak memiliki jaminan apapun dan ketika terjadi kecelakaan maka harus menanggung secara mandiri.

Kabid Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Indra Gunawan menjelaskan, pihaknya diundang oleh komunitas ojek online (O2) dalam deklarasi bersedia daftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Hari ini jumlah driver Ojol yang hadir ada sekira 500 orang. Target kami ada 5.000 anggota Ojol yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,” kata Indra di lokasi, Minggu.

Menurut Indra, sesuai dengan amanat undang-undang seluruh pekerja bukan penerima upah khususnya Ojol bisa terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Ia mengaku, para Ojol ini cukup membayar Rp 16.800 perbulan, maka sudah mendapat jaminan kecelakaan dan kematian serta hari tua.

“Jadi akan dikeluarkan juga Kepres, seluruh Ojol waji didaftarkan oleh operatornya ke BPJS Ketenagakerjaan. Syarat pendaftarannya hanya dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK),” tegasnya.

Pria berkemeja kotak-kotak itu menegaskan, ketika drive Ojol mengalami kecelakaan, maka seluruh biaya perawatan akan dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan sampai sembuh tanpa ada batasan.

Tak hanya itu, lanjut Indra, BPJS Ketenagakerjaan juga berikan jaminan kematian di mana setiap driver ojol yang meninggal dunia karena kecelakaan akan dapat santunan sebesar Rp 70 juta.

“Kami juga berikan beasiswa (bagi driver ojol yang meninggal dunia) kepada anaknya yang masih bersekolah sampai ke perguruan tinggi untuk dua orang anak, nilainya Rp 174 juta,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online (O2), Cecep Syarifudin mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan yang telah memberikan jaminan kepada para driver Ojol.

Cecep menyatakan, sebelumnya kegiatan deklarasi serupa juga sudah digelar di Bekasi Jawa Barat dan rencananya akan berlanjut di Depok, Karawang, Tangerang, Surabaya dan Bali.

Ia menyatakan, perisai perlindungan ini sangat ditunggu oleh para driver Ojol sejak lama karena demi mendapatkan jaminan sosial dari pemerintah.

“Selama ini dari penjelasan kawan-kawan memang tidak ada. Ada asuransi itu pun dipotong dari saldo mereka,” ucap Cecep.

Pria berkaos putih berharap, pihak aplikator bisa lebih sensitif dengan keselamatan para drivernya meskipun mereka hanya sebagai mitra.

Ia menegaskan, keselamatan para driver seharusnya sudah dijamin oleh pihak aplikator karena mereka bekerja di lapangan memiliki risiko kecelakaan yang tinggi.

“Ketika kami mendapatkan kabar ada banyak driver yang tidak bisa dicover oleh aplikasi, itu yang membuat kami untuk bergerak menjalin kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan,” tandasnya.

(red)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *