Warga Dihimbau Realistis Soal Keuangan: Jangan Memelihara Ilusi Saat Terbelit Hutang iPL Apartemen

Berita117 Dilihat
banner 468x60

INEWSFAKTA.COM | JAKARTA, 28-11-2025 — Pakar keuangan keluarga mengingatkan pemilik unit rumah susun agar bersikap realistis terhadap kondisi finansial pribadi, terutama ketika sudah memasuki fase tunggakan Iuran Pengelolaan Lingkungan (iPL) dan beban utang lain yang menumpuk.

Ketika kondisi keuangan tidak lagi stabil, langkah terburuk justru adalah menambah masalah baru, termasuk mempertahankan aset yang sudah tidak lagi mampu dikelola secara sehat.

banner 336x280

“ Bila seseorang tidak memiliki cadangan dana, sementara cicilan dan iPL terus menumpuk, maka yang harus dilakukan bukan malah berdebat atau berfantasi sebagai investor properti ”, ujar seorang tokoh warga apartemen. Menurutnya, dalam kondisi keuangan terbatas dan utang berkepanjangan, setidaknya ada tiga keputusan rasional yang perlu diambil.

1. Tidak Menambah Masalah Baru
Langkah paling mendasar adalah menghentikan perilaku yang menambah beban, baik secara hukum, sosial, maupun finansial. Masuk dalam konflik panjang dengan pengelola, menunda kewajiban tanpa solusi. “Masalah finansial yang dibiarkan akan berubah menjadi masalah hukum. Dan masalah hukum akan menjadi tekanan psikologis,” jelas pengamat perumahan.

2. Ajukan Restrukturisasi dan Skema Keringanan Utang
Opsi rasional berikutnya adalah melakukan negosiasi resmi dengan pengelola atau P3SRS untuk mendapatkan :
* keringanan denda,
* cicilan ulang,
* restrukturisasi kewajiban,
atau skema pemenuhan bertahap.

Ini jauh lebih produktif dibandingkan menunggak tanpa komunikasi atau terjebak konflik emosional. “Upaya negosiasi menunjukkan itikad baik. Dan ini lebih dihargai dalam sistem hukum daripada sikap melarikan diri dari kewajiban,” kata konsultan hukum.

3. Jual Unit, Lunasi Utang, Pulihkan Kehidupan.
Jika seluruh skema tetap tidak dapat dijalankan, maka opsi paling rasional adalah menjual unit apartemen, melunasi seluruh kewajiban, dan memulai hidup tanpa beban.
“Mempertahankan properti dengan utang terus tumbuh itu bukan investasi, tapi ilusi,” tegas pakar tersebut. Keputusan menjual justru sering menjadi titik balik kesehatan finansial seseorang.

ANALISIS: Ketika Apartemen Berubah dari Aset Menjadi Beban

Dalam teori keuangan, suatu aset dapat dikatakan layak dipertahankan hanya bila :
1. Nilai ekonominya bertumbuh,
2. Biaya pemeliharaan terjangkau,
3. Tidak menimbulkan stres keuangan,
4. Masih menyisakan ruang hidup yang layak.
Jika keempat syarat itu gugur, maka secara teknis apartemen bukan lagi aset, melainkan liabilitas.

Peringatan: Jangan Hidup dalam Khayalan Investasi
Banyak warga memaksakan diri mempertahankan unit karena menganggap dirinya “investor properti”. Padahal secara faktual :
* tidak ada cashflow,
* tidak ada margin keuntungan,
* tidak ada dana perawatan.

“Berpikir sebagai investor padahal hidup masih dari hutang adalah jebakan mental berbahaya ”, ujar pengamat sosial.

Hidup sehat dimulai dari keberanian menghadapi kenyataan, bukan memelihara label kosong.

✅ Aset yang sehat membuat hidup tenang
❌ Aset yang dibiayai utang menciptakan penderitaan
✅ Melepas aset bisa menyelamatkan hidup
❌ Bertahan dalam ilusi hanya memperpanjang krisis

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *