Buka Pelatihan Satkamling 2026, Kapolda Sumsel Tekankan Gotong Royong dan Pemanfaatan Teknologi

Polri1696 Dilihat
banner 468x60

INEWSFAKTA.COM | PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggelar Pelatihan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) Tahun 2026 di Mapolda Sumsel, Rabu (10/6/2026). Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, yang memimpin langsung kegiatan ini, menekankan pentingnya sinergi antara nilai luhur gotong royong di tengah warga dan pemanfaatan teknologi guna mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.

​Pelatihan ini resmi dibuka yang ditandai secara simbolis dengan pemukulan kentongan oleh Kapolda Sumsel. Turut mendampingi dalam prosesi tersebut, Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sumsel, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sumsel, beserta para narasumber yang hadir. Penggunaan kentongan ini bukan tanpa makna, melainkan sebagai representasi pelestarian alat komunikasi tradisional yang merekatkan warga sekaligus simbol kewaspadaan lingkungan yang membumi.

banner 336x280

​Kegiatan yang mengusung tema “Revitalisasi Satkamling sebagai Garda Terdepan Deteksi Dini dan Respons Cepat Kamtibmas Berbasis Teknologi dan Partisipasi Masyarakat” ini mendapat respons antusias. Tercatat, dari total 4.247 anggota Satkamling di wilayah hukum Polda Sumsel, sebanyak 1.700 peserta mengikuti pelatihan secara hibrida. Rinciannya, 100 perwakilan hadir secara langsung (luring), sementara 1.600 peserta lainnya mengikuti secara daring (virtual) dari jajaran Polres.

​Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota Satkamling yang telah menjadi ujung tombak pelayanan dan deteksi dini di tingkat lingkungan. Ia menegaskan bahwa rasa aman yang tercipta di Bumi Sriwijaya saat ini merupakan hasil kerja berjenjang, mulai dari sinergi masyarakat, perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Polsek, Polres, hingga tingkat Polda.

​”Keamanan bukan hanya milik Polri. Keamanan adalah milik kita bersama dan hak kita semua. Karena apabila kondisi tidak aman, masyarakat tidak dapat beribadah, bekerja, dan belajar dengan baik,” ungkap Kapolda Sumsel.

​Lebih lanjut, ia menyoroti filosofi rompi Satkamling bertuliskan “Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik” yang memuat angka 24/7. Angka tersebut menjadi simbol ikhtiar bahwa kesiapsiagaan menjaga warga berjalan tanpa henti selama 24 jam dalam seminggu.

​Dalam menghadapi tantangan era modern, Kapolda mendorong optimalisasi infrastruktur digital, seperti penggunaan layanan Call Center 110 yang gratis dan cepat tanggap, serta instalasi CCTV untuk pengawasan lingkungan. Kendati demikian, ia mengingatkan sebuah prinsip mendasar bahwa secanggih apa pun teknologi, nilai sosial kemasyarakatan tidak boleh luntur.

​”Teknologi memang membantu, tetapi gotong royong, silaturahmi, dan kebersamaan tetap memiliki nilai yang sangat penting. Bertemu langsung dengan tetangga memberikan manfaat yang tidak dapat digantikan oleh media apa pun,” tegasnya.

​Pelatihan ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek taktis operasional, melainkan juga pembekalan wawasan lintas sektoral. Turut hadir membagikan materi, Ketua Senat Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof. Rd Muhammad Ikhsan, S.H., M.H.; Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumsel, Drs. H. Arinarsa JS; dan Sekretaris Dinas Kominfo Provinsi Sumsel, Deswan Ahsani, S.STP., M.Si.

​Kapolda Sumsel menaruh harapan besar agar ilmu dan wawasan yang diperoleh dari pelatihan ini dapat langsung diimplementasikan di lapangan. Satkamling diharapkan tidak sekadar hadir sebagai penjaga malam, tetapi mampu bertransformasi menjadi pusat pelayanan awal dan kekuatan deteksi dini dalam mengantisipasi setiap potensi dinamika lingkungan. Dengan mengedepankan kerja tuntas, kerja ikhlas, dan pendekatan yang memanusiakan, cita-cita mewujudkan “Bumi Sriwijaya Aman dan Baik” dapat terus dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

(red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *