Jangan Terulang Sejarah 1998, GEMA PUAN Tawarkan Pemilu Ulang 2027 Demi Selamatkan Bangsa

Politik599 Dilihat
banner 468x60

INEWSFAKTA.COM | Jakarta, 12 April 2026 – Ketua DPP Generasi Muda Pejuang Nusantara (GEMA PUAN) Ridwan secara resmi menyuarakan gagasan pelaksanaan Pemilu ulang pada tahun 2027 sebagai solusi paling objektif dan netral untuk menyelamatkan bangsa. Langkah ini diambil demi mencegah terulangnya gejolak sosial seperti peristiwa 1998, serta menolak skenario di mana figur yang dianggap tidak layak tiba-tiba menduduki kursi kepresidenan.

Acara Diskusi terbuka berlangsung di Cafe Pondok Rangi 158, Jl. Percetakan Negara. Jakarta Pusat.

banner 336x280

“Indonesia hari ini tidak dalam kondisi baik-baik saja. Krisis ekonomi, kenaikan harga kebutuhan pokok yang membebani emak-emak, dan kegelisahan sosial terasa nyata. Gagasan ini sering disebut ‘ide gila’ atau ‘halu’ oleh mereka yang merasa nyaman, padahal kami bicara demi kebaikan bersama dan rasa sayang kepada Pak Prabowo,” ujar Ridwan, Ketua Umum PUAN, dalam diskusi publik.

Menolak “Kecelakaan Sejarah”
Ridwan menegaskan, dukungan terhadap Prabowo Subianto mutlak ada, namun keberatan ditujukan pada figur Wakil Presiden saat ini. Menurutnya, kehadiran Gibran Rakabuming Raka adalah sebuah “kecelakaan” dalam sejarah perjalanan bangsa.

“Lihat sejarah, Wakil Presiden kita dulu adalah orang-orang hebat: Bung Hatta, Try Sutrisno, BJ Habibie, Megawati, JK, Hamzah Haz, hingga Budiono. Mereka adalah negarawan, ahli, dan berpengalaman. Tidak masuk akal jika kini kita memiliki Wapres yang dinilai belum memiliki kapasitas setara. Ini melukai rasa hormat dan hierarki, apalagi bagi kami yang paham tata krama,” tegas Ridwan.

Ia menambahkan, awalnya pihaknya beranggapan pencalonan tersebut murni strategi politik atau upaya merangkul suara muda. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Publik justru resah dan banyak yang menolak jika suatu saat figur tersebut harus naik menggantikan Presiden.

Kritik Praktik Balas Jasa
Selain soal figur, Kemampuan juga menyoroti praktik pengisian jabatan strategis yang dinilai lebih mengutamakan kedekatan daripada kompetensi. Ridwan mencontoh penunjukan di perusahaan strategis seperti Pertamina.

“Negara tidak bisa dikelola dengan sistem balas jasa atau koneksi semata. Kami melihat ada yang tidak profesional duduk di posisi penting hanya karena loyalitas politik. Cukupkan masa transisi ini untuk menghargai kontribusi mereka, namun selanjutnya Pak Prabowo harus memilih orang-orang terbaik, ahli di bidangnya, bukan hanya orang dekat atau penjilat,” serunya.

Dua Opsi Solusi untuk Prabowo
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Kemampuan menawarkan dua jalan solusi:

1. Pilihan Utama: Pemilu Ulang 2027
Pak Prabowo selayaknya bersikap legowo dan berjiwa ksatria dengan mengundurkan diri bersama Wakil Presiden. Laksanakan pemilu ulang dengan pasangan baru siapa saja, KECUALI Gibran, dan bersih dari intervensi pihak manapun. Ridwan yakin dengan rekam jejak dan penerimaan masyarakat, Prabowo pasti akan menang kembali dengan lebih bermartabat.

2. Pilihan Kedua: Kerja Nyata Hingga 2029
Jika memilih bertahan, maka Presiden harus bekerja ekstra keras. Stop kunjungan luar negeri yang tidak mendesak, hentikan kebijakan berutang, dan fokus kelola sumber daya alam Indonesia.
“Kalau dikelola jujur, tidak ada korupsi, negeri ini kaya. Utang ribuan triliun bisa dilunasi, dan kesejahteraan rakyat bisa tercapai. Jangan hanya mendengarkan laporan manis staf, tapi buka mata dan telinga melihat realita di media sosial dan lapangan,” pesannya.

Bukan Mencari Jabatan, Tapi Mencari Kebenaran
Di akhir penyampaiannya, Ridwan menegaskan bahwa sikap ini bukan didasari keinginan mencari posisi atau sensasi.

“Kami tidak pernah meminta ditawari jabatan. Kami bicara karena tanggung jawab kepada kawan-kawan yang kami ajak mendukung Pak Prabowo. Kami sayang Pak Prabowo, makanya kami ingatkan. Jangan sampai beliau terpuruk karena dikelilingi orang-orang yang salah,” pungkasnya.

(red/My)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *