Jelang Idul Adha, MUI Tanjung Priok Sosialisasikan Konsep ‘Qurban Berkah’ yang Sesuai Syariat dan Ramah Lingkungan

Organisasi390 Dilihat
banner 468x60

INEWSFAKTA.COM | JAKARTA UTARA, 21 Mei 2026 – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tanjung Priok bersama Pemerintah Kecamatan Tanjung Priok menggelar Seminar dan Sosialisasi bertema “Qurban Berkah, Lingkungan Bersih, Sinergi Syariat dan Kepedulian”. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Tanjung Priok pada Kamis (21/5/2026) ini bertujuan memberikan edukasi komprehensif kepada masyarakat, khususnya pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan panitia kurban, mengenai tata laksana ibadah kurban yang sesuai syariat serta ramah lingkungan.

 

banner 336x280

Ketua Panitia, M. Yahmin, SE., MM., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif strategis untuk menjawab tantangan tahunan terkait penumpukan limbah organik pasca-pemotongan hewan kurban. Ia menekankan bahwa kesempurnaan ibadah kurban tidak hanya terletak pada keabsahan secara fikih, tetapi juga pada dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan.

 

“Ini adalah gagasan mulia bagi masyarakat Indonesia. Kami mengajak instansi terkait, seperti Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) serta Suku Dinas Lingkungan Hidup, untuk bersinergi memberikan pemahaman mengenai kesehatan hewan dan tata kelola limbah,” ujar Yahmin dalam keterangannya.

 

Yahmin menyoroti bahwa setiap momentum Idul Adha kerap menimbulkan persoalan sampah jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, seminar ini menghadirkan narasumber dari unsur keagamaan dan instansi teknis pemerintah untuk membahas solusi konkret, termasuk implementasi konsep Eco Qurban.

 

Fokus Edukasi: Dari Syariat hingga Pengelolaan Limbah

 

Dalam seminar tersebut, para peserta mendapatkan materi mendalam yang mencakup tiga pilar utama:

 

Perspektif Syariat: Pemahaman hukum kurban dan kaitannya dengan prinsip kebersihan (thaharah) dalam Islam.

 

Dampak Lingkungan & Solusi: Analisis dampak limbah kurban terhadap ekosistem urban dan teknik pengelolaannya yang tepat.

 

Regulasi & Teknis Pelaksanaan: Panduan standar operasional prosedur (SOP) pemotongan hewan yang higienis, sehat, dan tertib sesuai regulasi daerah.

 

“Kami ingin memberikan pengetahuan holistik, mulai dari seleksi hewan, proses pemotongan yang meminimalisir stres hewan dan menjaga higiene, hingga distribusi daging yang adil dan tertib. Semua harus berjalan sesuai aturan Islam dan standar kesehatan,” tambah Yahmin.

 

Dukungan Penuh Pemerintah Kecamatan

 

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kecamatan Tanjung Priok. Camat Tanjung Priok hadir langsung untuk mendukung terselenggaranya acara, mulai dari penyediaan fasilitas hingga koordinasi dengan lintas sektor.

 

“Pak Camat sangat mendukung kegiatan ini. Beliau menyadari bahwa pengelolaan kurban yang bersih dan tertib adalah tanggung jawab bersama demi kenyamanan dan kesehatan masyarakat Tanjung Priok,” ungkap Yahmin.

 

MUI Kecamatan Tanjung Priok berharap, melalui forum ini, seluruh elemen masyarakat—termasuk tokoh agama, pemuda, dan warga—dapat menjadi agen perubahan yang mengedukasi lingkungan masing-masing. Diharapkan, pelaksanaan Idul Adha 1447 H di wilayah Tanjung Priok dapat menjadi percontohan dalam penerapan ibadah yang berkurban, berkah, dan berwawasan lingkungan.

 

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber, serta komitmen bersama untuk menyebarluaskan panduan Eco Qurban ke berbagai masjid dan mushala di wilayah Kecamatan Tanjung Priok.

 

(red/Maya)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *