Paguyuban Nelayan KCM Kecam Pelebaran Pelabuhan Marunda Center yang Dinilai Berdampak pada Wilayah Pesisir Jakarta Utara

Peristiwa317 Dilihat
banner 468x60

INEWSFAKTA.COM | Jakarta Utara, 20 Mei 2026 – Paguyuban Nelayan Kalibaru, Cilincing, dan Marunda (KCM) menyampaikan kecaman keras terhadap aktivitas pembangunan dan pelebaran kawasan Pelabuhan Marunda Center yang berada di wilayah Jawa Barat. Nelayan menilai pelebaran pelabuhan tersebut telah masuk dan mengambil wilayah perairan yang berbatasan dengan kawasan pesisir Jakarta Utara sehingga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat nelayan tradisional.

 

banner 336x280

Menurut pernyataan Paguyuban Nelayan KCM, aktivitas pembangunan pelabuhan dinilai tidak memperhatikan dampak sosial dan lingkungan yang dirasakan masyarakat pesisir Jakarta Utara, khususnya warga Kalibaru, Cilincing, dan Marunda.

 

“Kami mengecam pembangunan dan pelebaran pelabuhan Marunda Center yang diduga telah mengambil wilayah perairan DKI Jakarta Utara. Dampak lingkungan justru dirasakan masyarakat pesisir Jakarta Utara, sementara nelayan menjadi pihak yang paling dirugikan,” ujar Taher perwakilan Paguyuban Nelayan KCM.

 

Nelayan mengungkapkan bahwa aktivitas pelabuhan telah mempengaruhi area tangkap nelayan tradisional serta memicu kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan pesisir. Selain itu, warga juga mengeluhkan dampak debu batu bara dan aktivitas industri yang dinilai semakin mengganggu kesehatan serta kenyamanan masyarakat sekitar.

 

Paguyuban Nelayan KCM menilai pembangunan yang dilakukan harus mengedepankan aspek keadilan lingkungan, keterbukaan informasi publik, serta perlindungan terhadap ruang hidup masyarakat pesisir dan nelayan tradisional.

 

“Kami menolak pembangunan, dengan adanya pembangunan akan mengorbankan masyarakat kecil. Nelayan dan warga pesisir harus diberikan penjelasan secara terbuka terkait dampak dan legalitas pembangunan tersebut,” lanjutnya.

 

Selain persoalan pencemaran lingkungan, nelayan juga menyoroti perubahan bentang alam pesisir akibat pengurukan dan pelebaran area pelabuhan yang dikhawatirkan dapat mengubah arus laut dan menimbulkan ancaman bencana lingkungan di kemudian hari.

 

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan hak masyarakat pesisir, Paguyuban Nelayan KCM menyatakan dalam waktu dekat akan menggelar aksi bersama elemen masyarakat, warga pesisir, serta berbagai komunitas untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada pemerintah maupun pihak terkait.

 

Aksi tersebut disebut sebagai langkah solidaritas masyarakat pesisir dalam memperjuangkan hak nelayan tradisional, menjaga lingkungan laut, serta meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan dan aktivitas Pelabuhan Marunda Center.

 

Paguyuban Nelayan KCM juga mendesak pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait agar segera turun tangan melakukan inspeksi lapangan, evaluasi perizinan, serta pengawasan ketat terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat aktivitas pelabuhan tersebut.

 

Masyarakat berharap seluruh aktivitas pembangunan di kawasan pesisir dapat dilakukan secara transparan, berkeadilan, dan tidak merugikan warga maupun nelayan yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil laut di kawasan pesisir Jakarta Utara.

 

(red/Komarudin)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *