INEWSFAKTA.COM | JAKARTA, 10 Juli 2026 – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi dibuka Jumat (10/7) di Gedung Theater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, dan akan berlangsung hingga Ahad (12/7). Mengusung tema “Membumikan Dakwah Berkemajuan: Mengembangkan Ekosistem Seni dan Budaya yang Kreatif dan Inklusi”, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.
Ketua Pelaksana Rakernas Edy Sukardi melaporkan, acara ini dihadiri oleh peserta yang datang dari seluruh penjuru Indonesia, mulai dari Papua, Sumatera, Jambi, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. “Kegiatan dikemas dengan nuansa seni, menampilkan beragam kreativitas, mulai dari orasi kebudayaan hingga pertunjukan seni,” ujarnya. Salah satu penampilan menarik adalah pertunjukan seni Lenong Betawi berjudul “Lela Oh Lela” yang dibawakan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.
Dalam kesempatannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan orasi kebudayaan sekaligus membahas berbagai program kerja ke depan, mencakup pengembangan seni film, teater, dan seni rupa. Salah satu rencana strategis yang dibahas adalah pembukaan fakultas seni dan budaya di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. “Kita berharap dari Rakernas ini akan tercipta kesepakatan perguruan tinggi mana yang akan memulai langkah ini,” jelasnya.
Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim menyambut baik pelaksanaan acara ini. Menurutnya, Muhammadiyah telah lama menjadi pilar kemajuan bangsa di berbagai bidang, dan melalui Rakernas ini kembali menegaskan peran krusialnya dalam merawat jiwa bangsa melalui pengembangan seni budaya yang berkemajuan.
Ketua LSB PP Muhammadiyah Gunawan Budiyanto menekankan, kegiatan ini sekaligus meluruskan narasi yang berkembang di ruang publik bahwa Muhammadiyah anti terhadap seni dan budaya. “Hal itu tidak benar. Melalui Rakernas ini, kita tegaskan dengan tegas: Muhammadiyah adalah pecinta seni dan budaya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gunawan menjelaskan seni dan budaya berperan sebagai sarana dakwah yang halus namun efektif, mampu menyentuh jantung kehidupan masyarakat luas. “Ini adalah soft tools yang menyempurnakan dan menggerakkan dakwah Islam di Indonesia, bahkan hingga ke cabang istimewa Muhammadiyah di luar negeri,” tambahnya. Ia berharap Rakernas ini melahirkan program kerja strategis yang berdampak nyata, menjadikan seni budaya sebagai jembatan dakwah yang menyentuh seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyambut baik pelaksanaan Rakernas ini dan berharap menghasilkan langkah nyata untuk memperkuat dakwah seni budaya. Ia menegaskan pandangan Muhammadiyah yang terbuka terhadap seni budaya, sesuai pandangan Majelis Tarjih dan Tajdid yang menyatakan seni budaya diperbolehkan, bahkan menjadi kebutuhan mendesak untuk kepentingan dakwah.
“Muhammadiyah memandang seni budaya secara luwes, selama tidak menjauhkan manusia dari Allah SWT. Wilayah seni budaya adalah ruang yang sangat luas untuk kita kemas dalam bingkai dakwah kultural yang menyentuh masyarakat,” tandas Haedar.
(red)




















