Diskusi Publik di Makassar, Korpus BEM PTMA Tegaskan MBG sebagai Investasi Strategis Pendidikan

Berita374 Dilihat
banner 468x60

INEWSFAKTA.COM | Kamis, 21 mei 2026 – BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah melaksanakan diskusi publik terkait dengan Program MBG yang merupakan bagian dari Pendidikan yang bertepatan di Corner Halaman Universitas Muhammadiyah Makassar.

 

banner 336x280

Agenda tersebut adalah kelanjutan dari Rapat Koordinasi Wilayah BEM PTMA Indonesia timur yang dihadiri oleh Pengurus pusat BEM PTMA Indonesia Yogi Syahputra Alidrus, Koordinator wilayah BEM PTMA Indonesia timur yakni Baso Agung dan dihadiri oleh para Ketua BEM PTMA Indonesia timur seperti BEM UM Manado, BEM UM Gorontalo, BEM UM Polman, BEM UM Palu, dan BEM UM Makassar.

 

Yogi Syahputra Alidrus menegaskan dalam diskusi tersebut bahwa MBG adalah program prioritas utama pemerintah yang harus kita kawal bersama, Dengan anggaran yang cukup fanstastic kita harus menelaah bahwa program tersebut harus benar-benar terdampak pada penerimanya. Dilansir data bahwa Pemerintah mencatat jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 61,99 juta orang hingga 12 Mei 2026. Jumlah tersebut setara 74,8 persen dari target nasional sebanyak 82,9 juta penerima manfaat pada akhir tahun ini.

 

Selain itu dalam Dalam forum tersebut, Dalam forum tersebut, Yogi Selaku Korpus BEM PTMA menilai pendidikan tidak hanya berbicara tentang ruang kelas, kurikulum, dan tenaga pengajar, tetapi juga menyangkut kesiapan fisik serta kesehatan peserta didik. Menurut mereka, peserta didik yang memperoleh asupan gizi yang baik akan memiliki daya konsentrasi, produktivitas belajar, dan kualitas tumbuh kembang yang lebih optimal.

 

“Pendidikan yang kuat lahir dari generasi yang sehat. Karena itu, Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program pangan, tetapi bagian dari fondasi pendidikan nasional,” tegas pernyataan dalam diskusi tersebut.

 

Pandangan ini sejalan dengan argumentasi pemerintah dalam sidang pengujian kebijakan MBG, yang menyebut layanan pendukung seperti pemenuhan gizi peserta didik merupakan bagian dari penyelenggaraan pendidikan yang lebih luas.

 

BEM PTMA juga menekankan bahwa diskursus publik mengenai MBG harus diletakkan dalam kerangka pembangunan sumber daya manusia Indonesia, bukan semata pada perdebatan teknis anggaran. Menurut Yogi, kualitas pendidikan nasional akan sulit meningkat apabila persoalan mendasar seperti gizi anak, stunting, dan ketimpangan akses nutrisi masih menjadi tantangan.

(red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *