Indonesia–India Perkuat Kemitraan Strategis: KEK Singhasari Gandeng IIM Bangalore Wujudkan Pusat Pendidikan Manajemen Bertaraf Internasional

Nasional296 Dilihat
banner 468x60

INEWSFAKTA.COM | JAKARTA, 6 Juli 2026 – Indonesia dan India semakin memperkuat hubungan strategis di bidang pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Intelegensia Grahatama, selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, dengan Indian Institute of Management (IIM) Bangalore. Penandatanganan kesepakatan bersejarah ini berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada Senin (6/7/2026), bertepatan dengan kunjungan resmi Perdana Menteri India, H.E. Narendra Modi, ke Indonesia.

 

banner 336x280

Kerja sama ini menandai tonggak penting dalam transformasi KEK Singhasari menjadi pusat pendidikan internasional (international education hub) bagi Indonesia dan kawasan ASEAN, sekaligus mengintegrasikan ekosistem inovasi, teknologi, dan pengembangan talenta global.

 

Transformasi KEK Menjadi Ekosistem Inovasi Berbasis Talenta

 

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso, menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

 

“Sebagai KEK pertama di Indonesia yang berfokus pada ekonomi digital, pendidikan, dan teknologi, KEK Singhasari terus berkembang menjadi pusat inovasi. Kehadiran IIM Bangalore mencerminkan transformasi kawasan ekonomi khusus dari sekadar kawasan industri menjadi ekosistem inovasi yang mengintegrasikan investasi, pendidikan, teknologi, riset, dan pengembangan talenta guna menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Susiwijono.

 

Dukungan Penuh Pemerintah & Fondasi Ekonomi Kuat

 

Hubungan ekonomi Indonesia dan India yang terus menguat menjadi fondasi utama kerja sama ini. Pada tahun 2025, nilai perdagangan kedua negara mencapai US23,2 miliar, dan hingga April 2026 telah menyentuh US7,9 miliar. Sebelumnya, KEK Singhasari juga telah menjadi platform kolaborasi strategis seperti Cyber Defence Academy dan Mumbai–Malang Creative Tech Corridor.

 

Duta Besar India untuk Indonesia, H.E. Sandeep Chakravorty, menegaskan bahwa kemitraan antara IIM Bangalore dan KEK Singhasari mendapat dukungan penuh dari kedua pemerintah. “Program pendidikan yang akan dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia, meliputi kecerdasan buatan (artificial intelligence), data science, manajemen sektor kesehatan, hingga berbagai bidang strategis masa depan,” katanya.

 

Program Pendidikan: Dari Eksekutif hingga Global MBA

 

Melalui kerja sama ini, KEK Singhasari dan IIM Bangalore akan mengembangkan pendidikan manajemen bertaraf internasional secara bertahap:

 

Tahap Awal: Penyelenggaraan International General Management Program (iGMP), yaitu program pendidikan eksekutif berdurasi 25 hari selama enam bulan bagi kalangan profesional dan eksekutif.

 

Tahap Lanjutan: Penyediaan berbagai program sertifikasi, pelatihan korporasi, pengembangan kepemimpinan, hingga program diploma dan Global MBA setelah seluruh persyaratan regulasi terpenuhi.

 

Dalam pelaksanaannya, IIM Bangalore bertanggung jawab atas kurikulum, tenaga pengajar, standar akademik, dan sertifikasi. Sementara itu, KEK Singhasari menyediakan fasilitas pendidikan, dukungan operasional, perizinan, akreditasi, serta dukungan administratif. Seluruh kerja sama dilaksanakan melalui skema public-private partnership tanpa komitmen pendanaan langsung dari Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah India (zero direct fiscal commitment).

 

Momentum Sejarah & Potensi Investasi

 

Direktur Utama BUPP KEK Singhasari, David Santoso, mengungkapkan bahwa kemitraan ini merupakan hasil komunikasi intensif selama sekitar delapan bulan. “Ini adalah momentum membangun kembali sejarah panjang persahabatan Indonesia dan India melalui kolaborasi di bidang digital, kepemimpinan, dan pendidikan manajemen,” ujarnya.

 

Hingga kini, KEK Singhasari telah mencatat realisasi investasi kumulatif sebesar Rp2,437 triliun dengan penyerapan 1.190 tenaga kerja, menunjukkan perkembangan kawasan yang semakin positif sebagai pusat investasi berbasis inovasi dan teknologi.

 

Pendekatan Pembelajaran Kelas Dunia

 

Perwakilan IIM Bangalore, Prof. Jitamitra Desai, menyatakan Indonesia dipilih sebagai lokasi kampus internasional pertama IIM Bangalore karena potensi besar dalam pengembangan talenta dan dukungan pemerintah. “IIM Bangalore akan membawa pendekatan pembelajaran berbasis studi kasus (case-based teaching) yang telah menjadi ciri khas institusi tersebut untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan manajerial para peserta,” jelasnya.

 

Kehadiran IIM Bangalore di KEK Singhasari diharapkan menjadi katalis pengembangan ekosistem pendidikan bertaraf internasional di Indonesia, memperkuat daya saing sumber daya manusia, serta memperluas jejaring akademik dan bisnis Indonesia dengan India, kawasan Asia, dan Global South.

(red)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *