BOGOR, INEWSFAKTA.COM –
Pelayanan medis di RSIA Bunda Suryatni kembali menjadi sorotan setelah keluarga pasien anak menyampaikan keluhan serius atas dugaan tindakan medis yang dinilai tidak sesuai standar prosedur operasional (SOP).
Peristiwa itu terjadi pada 13 April 2026 dini hari, saat seorang anak dibawa ke IGD RSIA Bunda Suryatni dengan gejala yang disebut terindikasi campak. Pasien kemudian mendapat penanganan awal di ruang isolasi sambil menunggu kamar rawat inap tersedia.
Namun setelah masuk ruang perawatan, keluarga mengaku kecewa atas tindakan pemasangan infus yang dilakukan berulang kali namun tidak berhasil masuk ke pembuluh vena. Percobaan disebut dilakukan pada tangan hingga kaki pasien.
Akibat tindakan tersebut, keluarga menyebut terjadi pembengkakan pada lengan anak. Ironisnya, mereka mengaku tindakan lanjutan justru kembali dilakukan pada area yang sudah mengalami pembengkakan.
“Kemarin habis dicoba sampai bengkak, besoknya malah di situ lagi,” ungkap pihak keluarga kepada wartawan.
Keluarga pasien menilai tindakan tersebut tidak mengedepankan kehati-hatian medis dan berpotensi memperburuk kondisi anak yang saat itu dalam keadaan lemas.
Tak hanya itu, pihak keluarga juga menyoroti dugaan kelalaian administrasi karena pasien disebut tidak menerima gelang identitas selama menjalani perawatan. Padahal gelang pasien merupakan bagian penting dari sistem identifikasi dan keselamatan pasien di rumah sakit.
Merasa tidak mendapatkan pelayanan yang memuaskan, keluarga mengaku telah menyampaikan komplain kepada manajemen rumah sakit. Namun hingga kini, mereka menilai tanggapan yang diberikan belum menjawab substansi keluhan.
Kasus ini memunculkan pertanyaan publik mengenai pengawasan mutu layanan, kepatuhan SOP, serta implementasi standar keselamatan pasien di fasilitas kesehatan swasta.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSIA Bunda Suryatni belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keluhan pelayanan tersebut.
( Oscar Al Hamid – 159 )


















