Sejumlah Saham Unggulan di Indonesia Mengalami Koreksi Dalam, Hingga Sekitar 40% dari Harga Tertingginya

Berita263 Dilihat
banner 468x60

INEWSFAKTA.COM | Jakarta, 16-5-2026 – Di tengah tekanan pasar dan sentimen global yang belum sepenuhnya pulih, sejumlah saham unggulan di Indonesia justru mengalami koreksi dalam hingga sekitar 40% dari harga tertingginya. Namun bagi sebagian investor berpengalaman, kondisi seperti ini bukan semata-mata sinyal ketakutan, melainkan momentum akumulasi yang jarang datang dua kali. Terlebih ketika perusahaan tersebut masih mencatat laba puluhan triliun rupiah per tahun, memiliki fundamental kuat, dominasi pasar yang kokoh, serta arus kas yang sehat. Dalam sejarah pasar modal, fase ketika saham perusahaan besar turun jauh di bawah nilai optimisme publik sering kali menjadi titik masuk terbaik bagi investor jangka panjang yang mampu berpikir melawan kepanikan pasar.

 

banner 336x280

Kalau bicara perusahaan go public di Indonesia dengan laba sekitar Rp26 triliun, yang paling dekat dan paling sering muncul adalah :

 

Bank Rakyat Indonesia → laba semesteran pernah sekitar Rp26,3–26,5 triliun pada Semester I 2025.

 

Tetapi kalau bicara laba tahunan, perusahaan Indonesia yang levelnya puluhan triliun biasanya:

 

Perusahaan Kode Saham > Estimasi laba bersih

 

Bank Central Asia BBCA > Rp50–60+ triliun/tahun

Bank Rakyat Indonesia BBRI > Rp57 triliun tahun 2025

Bank Mandiri BMRI > Rp50+ triliun

Telkom Indonesia TLKM > Rp17–22 triliun

Astra International ASII > 25–35 triliun (tergantung siklus bisnis)

 

Jadi kalau angka yang Anda ingat adalah “sekitar 26 triliun”, ada 3 kemungkinan besar :

1. BBRI laba semesteran → sekitar Rp26,5T.

2. ASII laba tahunan → sering berada di range pertengahan 20T sampai 30T.

3. TLKM tahun bagus → kadang mendekati low-20T, walau 2025 turun jadi Rp17,8T.

 

Secara struktur ekonomi Indonesia, perusahaan dengan laba > 20T biasanya hanya ada di sektor :

* perbankan,

* telekomunikasi,

* komoditas besar,

* konglomerasi otomotif/consumer.

 

Karena barrier entry dan dominasi market-nya sangat tinggi.

 

https://inewsfakta.co m/waspada-hantavirus-ancaman-lama-yang-kembali-mengintai-indonesia/

 

(Red/HB)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *