Sambutan A.M.Hendropriyono Dalam Peluncuran Buku Biografi H.B.L. Mantiri : Apresiasi dan Refleksi atas Pengabdian HBL Mantiri

Berita121 Dilihat
banner 468x60

INEWSFAKTA.COM | Jakarta, 8-3-2026 – Acara peluncuran buku biografi Jenderal TNI (Purn) H.B.L. Mantiri menjadi momentum apresiasi mendalam terhadap pengabdian panjangnya di lingkungan TNI dan diplomasi Indonesia. Buku setebal hampir 600 halaman itu memuat perjalanan karirnya selama hampir empat dekade, sekaligus mencerminkan nilai-nilai objektif yang relevan dengan sejarah bangsa.

Jenderal TNI (Purn) A.M Hendropriyono, yang ditugaskan langsung oleh H.B.L. Mantiri untuk menyampaikan sambutan, menyatakan terima kasih atas kesempatan tersebut. Menurutnya, karya tersebut bukan sekadar catatan pribadi, melainkan bahan pembelajaran berharga bagi prajurit junior TNI dan generasi penerus bangsa. Buku ini dinilai sangat berbobot, baik dari kedalaman isi maupun objektivitas yang diusung, sehingga membuka ruang diskusi dan apresiasi luas, bukan hanya penilaian subjektif.

banner 336x280

A.M Hendropriyono menyoroti peran H.B.L. Mantiri sebagai sosok senior yang melewati berbagai periode krusial dalam sejarah Indonesia. H.B.L. Mantiri digambarkan sebagai figur konsisten dan berprinsip, yang teguh menjaga nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika perubahan politik dan sosial. Khususnya, buku itu membahas tantangan transisi dari demokrasi Pancasila menuju demokrasi liberal, beserta dampaknya terhadap ABRI (kini TNI). Hendropriyono menyinggung istilah “klip” sebagai salah satu konsekuensi transformasi tersebut, sekaligus mengklarifikasi sikap H.B.L. Mantiri yang tetap berpegang pada kesepakatan tahun 1986 bahwa Pancasila merupakan ideologi terbuka yang bisa didekati dari berbagai perspektif.

Konsistensi H.B.L. Mantiri dalam menjalankan tugas sebagai prajurit TNI/ABRI menjadi sorotan utama. Nilai nasionalisme religius dan Pancasila menjadi pegangan utamanya, menjadikannya teladan dalam menjaga prinsip di era yang terus berubah. Buku ini diharapkan menginspirasi pembaca untuk mempertahankan tujuan pengabdian dengan transparansi dan keteguhan.

Dalam refleksinya, H.B.L. Mantiri merefleksikan 39 tahun pengabdiannya di militer dan sebagai Duta Besar RI. Ia menyampaikan penghormatan kepada para presiden yang berperan membentuk perjalanan bangsa, termasuk Soekarno, Soeharto, hingga Joko Widodo. Mantiri mengapresiasi keberanian Presiden Joko Widodo dalam mengambil kebijakan pro-rakyat.

Pesan terakhirnya ditujukan kepada generasi muda: terus berjuang, mengenali nilai kejuangan, serta membangun karakter luhur. H.B.L. Mantiri menekankan pentingnya mengingat TUHAN sebagai sumber anugerah kehidupan.

Peluncuran buku yang berjudul ” Sandaranku Hanya DiA “, mencerminkan ketergantungan spiritualnya yang memperkaya wawasan tentang keteladanan tokoh militer yang berpengalaman luas, sekaligus mengingatkan akan pentingnya menjaga nilai Pancasila di tengah perubahan zaman.

Ulasan dari tahun 2024.
*** Tulisan ini bertujuan edukasi warga negara , bila ada koreksi, sanggahan, klarifikasi , silahkan menghubungi redaksi untuk perbaikan.

(Red/HB)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *